Kamis, 01 April 2021

Budidaya Cabe

Posted by Studi on April 01, 2021 with No comments

Cabe adalah komoditi pertanian yang harganya sangat fluktuatif sehingga ketepatan waktu panen sangat penting yaitu pada harga jual di pasar sedang melambung tinggi, jika harga sedang anjlok dapat merugi.

Cabe yang populer di Indonesia terdiri dari:

  1. Cabe merah besar
  2. Cabe merah keriting
  3. Cabe hijau besar
  4. Cabe hijau keriting
  5. Cabe rawit hijau
  6. Cabe rawit merah
  7. Cabe gendot
  8. Cabe kering
  9. Cabe bubuk
  10. Pasta cabai
  11. Chili flake
  12. Abon Cabai

Budidaya Cabe

Bagi Anda yang tertarik membudidayakan tanaman pedas satu ini, berikut adalah panduan yang harus Anda ketahui:

  • Sinar matahari yang cukup. Cabe setidaknya membutuhkan sinar matahari sehari penuh sekitar 7 sampai 8 jam.
  • Suhu disarankan berkisar antara 24o sampai 28o Celcius. Jika dibawah 15o Celcius dan di atas 32o Celcius maka tidak cocok untuk budidaya cabe.
  • Tersedia air yang optimal terutama saat cuaca panas agar tidak layu.
  • Curah hujan antara 800 sampai 2000 mm pertahun dengan kelembaban 80 persen
  • Ketinggi ideal antara 0 sampai 500 mdpl sedangkan di atas 1000 mdpl hasilnya kurang memuaskan.
  • Tanah dengan pH netral yaitu pH antara 6,5 sampai 7 adalah terbaik. Jika tanah bersifat asam bisa menaburkan kapur pertanian atau dolomit di atas tanah yang akan ditanami.
  • Lahan tanah yang sudah digunakan untuk budidaya cabe sebaiknya tidak digunakan atau “diistirahat” selama kurang lebih 6 bulan. (rotasi tanaman

Pilihan Metode Menanam Cabe

  1. Metode Polybag merupakan metode budidaya tanaman yang banyak dipilih oleh mereka yang tinggal di perkotaan. Ketersediaan lahan tanam yang cenderung sempit membuat orang memilih budidaya tanaman menggunakan pot atau polybag. Cara menanam cabe menggunakan polybag sebenarnya secara umum hampir sama dengan budidaya tanaman cabe di lahan perkebunan. Menanam menggunakan polybag termasuk mudah dan tidak butuh panyak perawatan dibanding menanam di perkebunan.
    • Memilih benih Anda bisa memilih benih yang tersedia secara lokal maupun berjenis hibrida. Perbedaan kedua jenis bibit ini umumnya adalah cabe lokal lebih unggul dari segi kemampuan adaptasinya dengan lingkungan. Selain itu, perawatannya juga umumnya tidak membutuhkan produk obat tertentu.
    • Penyemaian Sebaiknya bibit cabe disemaikan terlebih dahulu pada media khusus seperti polybag ukuran kecil, baki, maupun langsung menggunakan peletakan tanah. Fungsi persemaian untuk memisahkan bibit yang memiliki cacat dengan bibit yang berpotensi tumbuh baik.
    • Tanam di Polybag Gunakan polybag harus menggunakan polybag berukuran lebih dari 30 cm. Hal ini agar media tanam cukup kuat untuk menopang pertumbuhan. Selain polybag dapat dipakai ember atau baskom bekas.
    Sebaiknya campurkan media tanam tidak hanya menggunakan tanah, namun juga dikombinasikan dengan sekam padi, pupuk kandang, kompos maupun arang sekam. Umumnya orang mencampurkan tanah dengan kompos menggunakan komposisi 2:1.
  2. Metode Hidroponik Teknik hidroponik perlu menyiapkan tempat atau wadah hidroponik serta media tanamnya. Media tanam yang umumnya digunakan adalah cocopeat dengan campuran arang sekam. Sementara tempat budidaya hidroponik umumnya menggunakan botol minuman bekas maupun potongan pipa. Karena hidroponik akan menggunakan rendaman nutrisi di bagian bawah, sebaiknya pasang sumbu yang bertujuan untuk menyerap cairan nutrisi. Sumbu yang dapat digunakan adalah kain flannel karena lebih cepat menyerap cairan nutrisi. Hal yang harus diperhatikan ketika membudidayakan cabai dengan cara hidroponik adalah dari segi perawatan. Ketika menanam cabe, pastikan bahwa usia bibit cabai telah mencapai 25 sampai 30 hari.
  3. Metode Aquaponik Memanfaatkan aliran air yang berasal dari kolam ikan maupun akuarium yang dilairkan untuk membasahi media tanam. Anda bisa memanfaatkan media penanaman berupa netpot gelas plastik bekas yang telah dilubangi di bagian bawahnya. Untuk media tanam Anda bisa menggunakan pecahan genting rumah yang telah dipecah menjadi potongan kecil.

Menyemai Cabe

1. Siapkan Polybag / atau tempat penyemaian.
2. Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
3 Letakkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.
4. Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam.
5. Kemudian letakkan benih ke dalam polybag. Tutup benih dengan tanah dekang kedalaman kira-kira 1 cm.
6. Tunggu hingga benih berkecambah.
7. Jika benih telah berkecambah, baru tanaman boleh terkena sinar matahai.

Pengolahan Tanah

Untuk Anda yang menanam di atas tanah secara langsung, gunakan lahan dengan tanah yang memiliki porositas yang baik serta tanah yang gembur. Cara menanam cabe di atas tanah langsung diawali dengan menyiapkan tanah agar dapat ditanami cabe. Untuk melakukannya cukup cangkul atau bajak tanah hingga kedalaman 20 sampai 40 cm. Singkirkan batu ataupun akar tanaman serta gulma di sekitar lahan.
Bangun bedengan dengan menggunakan cangkul setinggi 30 sampai 40 cm. Kemudian buat bedengan dengan jarak antara bedengan selebar 60 cm. Panjang bedengan dapat Anda atur sesuai kebutuhan.
Bila memiliki lahan yang besar serta ingin membudidayakan banyak tanaman cabe, Anda bisa memaksimalkan panjang bedengan. Maksimal bedengan adalah sepanjang 15 meter.
Kemudian bangun saluran drainase yang baik supaya tanaman tidak tergenang air. Tanaman cabe yang tergenang air akan mudah membusuk.
Agar tanah lebih subur, sebaiknya campurkan tanah dengan pupuk kandang di setiap bedengan secara merata. Selain pupuk kandang, Anda juga bisa menambahkan tanah dengan pupuk urea sebanyak 350 kg/ha dan KCL sebanyak 200 kg/ha.

Penanaman

Cara menanam cabe yang harus dilakukan setelah dilakukan penyemaian adalah dengan menggunakan bibit yang telah disemai selama kurang lebih 25 sampai 30 hari. Waktu penanaman yang tepat sebaiknya saat sore hari. Hal ini agar tanaman tidak mudah layu apabila ditanam di pagi hari karena akan langsung terkena sinar matahari.
Agar mendatangkan hasil lebih optimal, tahap cara menanam cabe hari ini banyak yang mengaplikasikan mulsa plastik perak hitam di atas bedengan. Tujuan mulsa untuk mengendalikan gulma dan menjaga kelembaban
Dalam setiap bedengan, buat lubang tanam sebanyak dua baris. Buat jarak antara lubang sejauh 60 sampai 70 cm. Lubang tanam sebaiknya dibuat tidak sejajar atau zig-zag.

Panen

Panen cabe akan bergantung dengan varietas yang ditanam. Pada cabe merah, buah sudah bisa dipanen sejak berusia 75 sampai 85 hari. Saat memanen, Anda bisa melakukannya dua sampai lima hari sekali. Sebaiknya, buah cabe dipetik hingga ke tangkai agar usia penyimpanan cabe semakin lama.

Semoga dapat menamam cabe dengan hasil yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar